Surga kecil di balik tumpukan buku

Rabu, 28 Maret 2018

Book with Joko - Good Fight: Masa Muda dan Pasangan yang Salah





Keterangan Buku
Judul : Good Fight 
Pengarang : Christian Simamora 
Editor : Gita Romadhona
Tahun Terbit : 2012

Blurb

Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu.
Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.

Puaskah kau dengan cinta seperti itu?
Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu?

Berhentilah mengabaikanku.
Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.

Hanya aku—bukan dia.
 

Hai guys.. Maaf banget selama ini enggak sempat untuk memperbaharui blog ini. Baru sempat lagi ini.... huhuhuhu

Gue jarang banget baca romance penulis Indonesia, karena gue tumbuh dengan Harlequin yang hot dan sederhana. Salah satu Indonesian Romance Author favorite aku yah si Chriatian Simamora, menurut aku sih kekuatan Abang ini adalah tokoh ceritanya yang hidup. Aku kenalan sama Pillow Talk tahun 2010 dan suka kisah cinta sahabat itu. Beberapa waktu lalu aku membongkar lemari buku dan menemukan Good Fight di sana. Karena kepalaku banyak pikiran dan pengen diajak santai, maka buku ini jadi teman selama 3 hari.. aku pun mengajak Joko untuk mebaca. Sikap maskulinitasnya tertantang membaca buku ini, kemudian merasa Buku ini bagus untuk para anak muda zaman Now.

Ceritanya adalah tentang Tere dan Jetro. Keduanya adalah teman kantor di sebuah majalah fashion dan bisa dibilang saling benci. Tere pacaran sama tunangan orang. Jet pacaran sama istri orang. Keduanya merasa  senasib, sampai akhirnya kebencian diantara mereka berubah jadi cinta. Namun namanya cinta pasti ada aja halangannya, apakah mereka dua bisa mengatasinya?? Ini adalah percakapan gue dengan Joko.

"Terima kasih sudah bikin gue baca Romance. Malasin sih sebenarnya. Tapi gue pikir yang nulis ini, sapa namanya? Chritian yah? Doi sering nonton Romance Drama Amerika" ujar Joko.
"Maksudnya?"
" Iya plotnya kaya film drama romantis buatan Amrik. Orang asing - Jatuh Cinta - masalah - Balikan/gagal. Jadi ingat film kaya “the proposal” atau “10 things I hate about you” Anjir tua banget gue."

"Kan emang romance dimana-mana plotnya gitu!"

“Iya sih, kalau menurut gue sebagai cowok yah, novel ini ceritanya bagus, hanya saja tebal dan bikin gue malas baca printilan enggak penting. Sex scenenya OK lah, tapi ada beberapa hal yang diperlambat, kaya hubungan Tere dan Andre di awal. Menurut gue sih something missing with Tere' personality. Apa yah? Anaknya belum dewasa."

"Mungkin karena lo cowo kali yah, makanya lu fokus ke sex scenenya aja. Belum dewasa gimana si Tere?"

"Kalau kita menjurus ke teori Erikson, Tere ini berada di usia dewasa. Usia bisa beradaptasi, mampu memilih yang baik dan benar, dan memilih pasangan. Nah dua hal terakhir missed dari karakternya. Milih cowo bertunangan, dan dia itu mutusin cowo itu karena Jet bukan karena emang dia merasa cowo itu kurang baik. Gue ngerasa our leading role ini kesepian dan egois."

"Kalau itu gue setuju. Tere keliatan banget bimbang. Tipe-tipe orang dewasa yang masa remajanya bermasalah. Mending pacaran sama mantan yg udah punya tunangan, daripada sendirian. Banyak loh cewek kaya Tere di dunia nyata. Dia belum menemukan apa yang dia mau aja."

"Kalau menurut gue, Tere belum sayang sama dirinya sendiri. Dia juga agak egois.  Bukan hanya Tere sih Jetro juga. Keduanya masih egois dan enggan keluar dari posisi nyaman."

"Jetro dan Nadine' apartment. Haha bukan hanya cewe yah yang jadi piaraan tante-tante."

"Emang iya. Menurt gue sih, novelnya jujur mengisahkan kehidupan Jakarta yg bebas."

"Iya, novel yg enggak munafik kalau menurut gue. Baik Jeftro dan Tere keduanya nggak becus jadi orang dewasa. Baguslah keduanya bisa menyelesaikan masalah masing-masing. Masalah emang ada agar kita dewasa kan.”

“Benar banget, Ko. Gue rasa Tere beruntung punya sahabat-sahabat baik kaya Lisa atau Ryan. Kita butuh teman agar menajalani masa dewasa dengan baik, bukan hanya pacar aja. Teman yang bisa nerima kita apa adanya. Sebagai dewasa kita menyadari beberapa teman kaya ta*"

“Udah lu jangan ngomong jorok di sini!”

"Hahahah, eh tapi iya loh. Menurut gue masalah terberat di usia dewasa adalah patah hati baik karena pacar maupun karena kehilangan sahabat. Tere mampu bangkit dari patah hati itu sudah baik dan percaya deh sama seperti Tere, kita semua pasti pernah menjalani hubungan yang salah loh. Sama seperti Jetro juga."

“Kalau menurut gue kita semua pasti pernah memilih pasangan yang salah kaya mereka berdua. Pasangan yang sebenarnya enggak sayang sama kita, cuma buat nafsu doang. We have our version of Andre and Nadine. Orang yang berpikir mereka bisa memanipulasi kita. Lelah loh menjalin hubungan kaya gitu."

“Nah makanya semakin lu dewasa semakin lu tahu bahwa yang lu butuhkan selain uang dan cinta, pasangan yang menghargai elu.”

"Setuju, menghargai kita. Ini novel yang lumayan untu gue cowo penyuka romance. Kelebihan novel ini adalah tokoh-tokoh yang hidup, plot yang lumayan tak tertebak, dan tokoh utama mampu menyelesaikan masalahnya, meski dibantu sama penulisnya. Lumayanlah untuk romance Indonesia. Namun ada beberapa kekurangan.  Ge ngerasa di novel ini penyelesaian masalah klise banget, kaya sinetron. Udah dibangun dengan rapi, masalah yang mengebu-gebu, belakangnya gitu. Penulisnya enggak memberikan kesempatan untuk Jetro dan Tere menyelesaikan masalah mereka dengan menggunakan kematangan mereka. Menurut gue akan lebih bagus kalau Tere memaafkan Jet, karena dia sadar cinta bisa memadamkan dendam, bukan karena itunya. Dan Jetro juga meminta maaf dengan jantan enggak perlu ada tambahan si Ryan. Penulisnya terlalu ikut campur dalam  membantu masalah kedua tokoh utama kita dan mengarahkan semua toko pembantu untuk membantu mereka.”
 “Gue setuju deh sama elu, Ko. Menurut gue endingnya biasa aja. Namun semua terobati dengan cara bercerita dan jokes-jokes ringan. Kalau gue sih mencatat dua kekurangan di novel ini, 1. Blurbnya enggak banget, malas banget deh Gagas Media jaman old, blurbnya gituan. 2. Inikan POV orang ketiga serba tahu yah, tetapi enggak dapat aja gitu, apa yah, lebih menyorot ke Jetro dan Tere aja. Baru pindah ke tokoh lain ketika mereka memberi makna pada plot cerita. Over all bagus sih menurut gue.”

“Ini novel yang mengingatkan gue bahwa enggak apa-apa jatuh cinta pada orang yang salah, akan ada orang yang tepat yang akan membuat bahagia sesudahnya.”

“Yes, novel untuk orang dewasa yang menanti si orang yang tepat itu.”

“Berapa bintang Jen?

“Gue 3 dari 5”

“Hem hem hem.. Lain kali bolehlah kita baca buku lain novelis ini yah. Kayanya seru.”


"Yuks!”

13 komentar:

  1. Aku pernah mikir kek gini, Jen...
    Kalau hidup itu adalah jalan kita menemukan kebenaran.
    Dan pasti karena kita tau itu benar - berarti awalnya kita tau ada yang kurang tepat.

    Waah...bacaan mahasiswi memang beda sama emakemak yaa, Jen.
    Sukaasukaa...

    Aku nunggu apdet bacaan Ajen lagiii...

    BalasHapus
  2. Tak Pikir buku tentang presiden Jokowi hihi.. kayaknya kalian sudah layak bikin buku novel sendiri deh kalau baca diskusinya. Yuuk!

    BalasHapus
  3. Hmmm....hmmmm...judul postingan ini udah bikin aku deg deg serrr.....kayaknya menarik nih novel, coba cari ah.

    BalasHapus
  4. Aku belum baca bukunya mbak jen, bukunya masih tersegel plastik di tumpukan pojokan kamar ^^

    Tapi setelah membaca tulisan review,jadi pengin baca segera.. Ya mungkin menunggu aku selesai baca wonder-nya RJ palacio X)

    BalasHapus
  5. Di dunia nyata emang begitu, bayak orang yang berhubungan dengan orang yang salah dulu dan lama, akhirnya ya nikah sama orang yang baru kenal. Tere dan Jetro ini tipe pasangan yang benci bilang cinta ya.Aku belum pernah baca novel dari Abang yang satu ini.

    BalasHapus
  6. Dulu hidupku jg drama, milih sesuatu daripada sendirian. Yah usia emang gak nentuin kematangan sikap seseorang

    Tapi ya kalau sampai ganggu hubungan org lain, biar novel aja. Aku pas kalau itu

    BalasHapus
  7. Sebelum bertemu suami, beberapa kali saya jalan sama orang yang salah. Salah satunya mencintai pacar teman. Tapi bukan salah saya sich, karena Saya ga tau kalau dia udah punya pacar (yang ternyata teman saya sendiri). Nyebelin banget memang tuch cowok #eh malah curhat.

    BalasHapus
  8. Baca artikel ini jadi ingat dengan buku buku yg blm tuntas dibaca.
    Seperti nya harus sediakan waktu 1 jam sehari tuk baca buku nih.
    Jd penasaran dgn ceritanya, pengin beli dan moga ga cuma jd pajangan di lemari.

    BalasHapus
  9. Satu lagi buku bagus yang wajib dibaca nih. Penasaran dengan kisah antara Tere dan Jetro. Beruntung mereka bisa move on, berhenti mencintai seseorang yang sudah memiliki pasangan, ya...

    BalasHapus
  10. Aku belum baca juga baca bukunya nih. dapet di pesta buku kemaren kak? aku mah seneng banget masih banyak orang yang suka baca buku fisik. artinya masih punya koleksi perpustakaan pribadi hehehe

    BalasHapus
  11. Jatuh cinta pada orang yang tepat adalah anugerah besar. Btw, aku suka juga hal-hal yang romantis. Semoga aja aku bisa menjadi orang yang romantis selalu.

    BalasHapus
  12. Jadi ini blog khusus review buku mba?
    Kayanya tidak semua cowo itu ke sex scene deh mba haha percintaan kan emg ala ala drama gitu mba.

    BalasHapus
  13. Itulah yg menjadi dasar untuk mereka saling menghianati cinta demi sebuah cinta yg diyakini memberinya sebuah arti dari cinta.
    Semoga yg pernah demikian, bisa mwngambil hikmahnya.

    BalasHapus